Login: anonim

Inherent Dikti

Acuan utama dalam kebijakan dasar pengembangan pendidikan tinggi ke depan adalah Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi (Higher Education Long Term Strategy, HELTS) 2003-2010 yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing bangsa yang dilandasi oleh adanya otonomi penyelenggaraan pendidikan dan kesehatan organisasi. Berdasarkan kebijakan tersebut, institusi pendidikan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitasnya melalui berbagai program pengembangan yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi antara lain dalam bentuk Program Hibah Kompetisi (PHK).

Sejalan dengan kebijakan diatas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi meluncurkan program pengembangan sistem dan jaringan informasi pendidikan tinggi yang direncanakan secara bertahap akan menghubungkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia (Indonesian Higher Education Network - INHERENT). Dalam rangka menyiapkan pemanfaatan INHERENT, perguruan tinggi diundang untuk mengembangkan program yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat perguruan tinggi yang terhubung dengan sistem jaringan tersebut.

Definisi Inherent

INHERENT merupakan kependekan dari Indonesia Higher Education Network atau Jaringan Perguruan Tinggi Indonesia, yaitu jaringan teknologi informasi dan komunikasi yang menghubungkan setiap perguruan tinggi di Indonesia.

Jaringan ini dibangun oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) pada tahun 2006. Jaringan ini dirancang untuk akan menghubungkan seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia pada masa yang akan datang. Pada awalnya jaringan ini dimulai dengan menghubungkan 32 perguruan tinggi yang berlokasi di setiap propinsi di Indonesia, dan Dikti Jakarta. Perguruan-perguruan tinggi ini mengelola simpul-simpul lokal.

Pengaturan pemanfaatan bandwidth

Tujuan utama pengadaan inherent adalah kerjasama komunikasi data antar perguruan tinggi. Content Internet langsung diharapkan bisa diusahakan masing-masing perguruan tinggi. Tidak tertutup kemungkinan perguruan tinggi sharing mirror internet yang dianggap bermanfaat langsung untuk kepentingan perguruan tinggi di Indomesia pada umumnya.

Pengaturan Koneksi

Koneksi Inherent diutamakan untuk kepentingan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, Inherent terbuka bagi koneksi dengan institusi riset dan pemerintah daerah.

Perguruan Tinggi Simpul Lokal

Perguruan Tinggi simpul lokal dapat memberikan akses kepada perguruan tinggi lain dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada Dikti

Perguruan Tinggi selain simpul lokal

Perguruan Tinggi yang bukan merupakan simpul lokal dapat terhubung ke INHERENT dengan mengajukan permohonan tertulis kepada simpul lokal terdekat yang tersebar di seluruh Propinsi. Permohonan dimaksud ditembuskan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Segala biaya yang diakibatkan oleh adanya hubungan ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemohon. Prosedur rinci untuk menghubungkan ke simpul lokal dijelaskan secara terpisah.

Pemkab/Pemkot/Pemprov atau Lembaga Pemerintah lainnya

Pemerintah daerah (Pemda/Pemkot/Pemprop) baik tingkat propinsi maupun tingkat kabupaten kota dapat memanfaatkan atau bergabung dengan INHERENT. Pemanfaatan ini khususnya untuk menunjang program program pendidikan yang ada di masing masing Pemda/Pemkot/Pemprop. Misalnya, Dinas Kependidikan atau pusat pelatihan yang berada di Pemda dapat bergabung ke INHERENT atas biaya Pemda sendiri. Prosedur detail untuk menghubungkan ke simpul lokal dijelaskan secara terpisah.

Internet Service Provider

IS P dapat terhubung ke INHERENT asal tidak melewatkan traffic komersial (full Internet) melalui jaringan INHERENT.

Kewajiban dan Hak Simpul Lokal

Kewajiban dan Hak Perguruan Tinggi yang Bergabung dalam INHERENT

Cara bergabung dengan INHERENT

Pengalokasian IP address

IP Routing Policy

Routing Policy

Services

Content Policy

Maintenance

VoIP Policy (connection to PSTN)

Untuk Selengkapnya bisa dilihat proposal VoIP INHERENT

Security Policy

Pengaturan Kelembagaan INHERENT

Kelembagaan INHERENT di tingkat Universitas sepenuhnya merupakan wewenang Universitas yang bersangkutan. Namun diharapkan pengelola Sub Node / lokal Node minimal mempunyai seorang koordiantor dan sub bidang :
  • Teknis : berkaitan dengan pemanfaatan secara teknis, pemeliharaan, koordinasi Teknis, dll
  • Non Teknis : berkaitan dengan kegiatan kerjasama, Pengembangan, Pemanfaatan, dll

Kirim Komentar

Nama:

Komentar:

Ketik 70FF di