Login: anonim

Dilema Pendaftaran Vicon Event dari Dikti

Date: 03-04-08 05:27
Bambang Prastowo
Vicon dikti bisa diikuti dengan cara mendaftar. Karena pada dasarnya acara vicon efektif sebaiknya tidak diikuti lebih dari 8 sites, maka diputuskan hanya 10 pendaftar pertama yang minta aktif yang akan diberi kesempatan untuk bicara. Pendaftar urutan berikutnya akan diberi kesempatan bicara apabila masih ada waktu.

Yang menjadi persoalan adalah pada waktu kita "berebut" mendaftar, kadang belum tahu persis apakah akan ada orang yang sebenarnya akan mengikuti event tersebut. Pada event pagi tadi (penjelasan AMINEF), saya sempat mengikutinya dari ruang vicon dikti. Pak Yudi menyetel MCU untuk memperlihatkan mitra bicara DIKTI satu per satu dalam ukuran penuh (tidak langsung banyak kecil-kecil). Pada 15 menit pertama, tampak ruang-ruang vicon dengan berbagai interior design. Yang membuat saya nervous, ruang-ruang itu banyak yang kosong. Ada juga ruang besar dengan banyak kursi tapi hanya isi satu dua orang. Beberapa menit kemudian baru di lokasi-lokasi kosong tadi muncul satu dua orang.

Agar tamu-tamu kita di DIKTI tidak mendapat kesan negatif, mohon para pendaftar bekerja keras untuk bisa mendatangkan peserta tepat waktu. Apabila yang diharapkan datang belum daftar, kita harus bertanggungjawab pasang badang di ruang vicon. Untuk ruang besar dengan sedikit peserta, usahakan para peserta mengumpul ditengah dan zoom kan camera pada kumpulan peserta itu saja. Terus terang saya sendiri stres melihat ruang besar dengan banyak kursi hanya diisi 1-2 orang saja.

Pada dasarnya, dalam bervicon, etika komunikasi normal juga berlaku. Karena tidak semua orang sadar posisi penyorotan camera, ada baiknya kita tidak ngobrol sendiri. Saya perhatikan kalau sudah mute-kan mic, situs-situs merasa bebas untuk ngobrol sendiri. Terus terang saya baru sekali mengikuti acara vicon dirjen dikti di lokasi dikti. Ternyata, ada rasa tidak enak saat melihat bapak dirjen berbicara sementara "mitra bicara"nya terlihat ngobrol sendiri. Memang sih obrolan itu tidak terdengar karena mic di-mute. Tetapi sering layar dihadapan pak dirjen memperlihatkan zoom orang ngobrol. Kan aneh jadinya.

Kirim Komentar

Nama:

Komentar:

Ketik D118 di