Login: anonim

Inherent swadana?

Date: 10-06-08 06:29
Pola pendanaan Inherent selama ini adalah: 1. Pemerintah mendanai jalur komensi antar local node (sebenarnya lebih tepat disebut core node). 2. Perguruan tinggi yang berperan sebagai host local node mendanai pemeliharaan node itu sendiri (ruang, listrik, ac, sdm teknisi, sdm manajemen, dsb.). 3. Perguruan tinggi lain mendanai koneksi ke local node terdekat. Dengan model pendanaan seperti ini, diharapkan keseriusan semua pihak lebih terjaga karena adanya saling ketergantungan.

Bagi perguruan-perguruan tinggi yang lokasinya relatif dengat dengan local node (dalam jarak jangkauan wireless), pendanaan koneksi jelas menguntungkan mengingat nilai resource yang bisa digali dari Inherent jauh diatas biaya investasi one time (plus sesekali mungkin ada perbaikan sana-sini). Bagi perguruan tinggi yang harus menyewa jasa jaringan pihak ketiga, ada monhtly charge, perlu bekerja ekstra keras agar nilai dari hasil galian tambang Inherent tiap bulannya bisa sesuai dengan biaya langganan yang dikeluarkan. Rangsangan untuk bekerja ekstra keras tentunya baik untuk perguruan tinggi yangbersangkutan.

Pada shoutbox di depan website ini ada yang bertanya berapa biaya swadana koneksi ke Inherent? Untuk koneksi wireless, biaya ditentukan oleh teknologi yang digunakan serta tower yang diperlukan. Pilihan teknologi dan ketinggiah tower ditentukan oleh jarak dan kepadatan/ketinggian bangunan di antara simpul yang akan dihubungkan. Di Jogja, biaya koneksi wireless bekisar antara 10-30 juta rupiah per sub node. Kebetulan local node Jogja tidak menarik iuran bulanan tambahan. Pada dasarnya local node diijinkan menarik iuran bulanan tambahan bila memang ada layanan tambahan (beli tambahan router, memberi honorarium teknisi khusus inherent, dsb.).

Pada awal pengembangan Inherent, rata-rata provider jaringan komputer di sekitar Jogja memasang harga sekitar 7 juta rupiah/bulan untuk koneksi 1 E1 (2 mbps). Belakangan ini beberapa provider mengambangkan pola layanan free koneksi Inherent apabila perguruan tinggi yang bersangkutan berlangganan Internet ke mereka. Mengapa bisa demikian? Hal ini dimungkinkan karena penyedia jasa Internet di Jogja pada umumnya telah memiliki jalur Fiber Optic ke sistem switching/router Inherent.

Kirim Komentar

Nama:

Komentar:

Ketik FE64 di